| |
DEFINISI EDUCATION COACHING
Konteks :
Situasi pendidikan di Indonesia
saat ini
Dunia pendidikan saat ini banyak mengalami perubahan.
Seiring dengan globalisasi dan industrialisasi.
Ini terjadi diseluruh belahan dunia. Terutama di Indonesia, dimana dunia
pendidikan mengalami perubahan drastis sejak terjadinya krisis
sosial ekonomi dan politik di tahun 1997. Krisis
yang berkepanjangan ini akhirnya menyentuh dan menggoyahkan dunia pendidikan.
Jika dahulu pendidikan diatur sepenuhnya oleh Kementrian Pendidikan,
sejak terjadinya krisis 1997, kementrian pendidikan
memberikan kebebasan pada masing-masing institusi pendidikan. Institusi-institusi
ini menggunakan metode masing-masing mengakibatkan siswa lulus dengan
hasil yang tidak seragam.
Problematika Siswa/Mahasiswa
Interaktivitas dan kerjasama yang intim antara siswa/mahasiswa dan lingkup
pendidikan adalah suatu hal yang penting bagi mereka. Instansi pendidikan
diminta untuk menghasilkan manusia-manusia yang berhasil dan memiliki
daya kompentensi tinggi yang nantinya menjadi suatu aset dari perusahaan-perusahaan
industri internsional.
Idealnya mahasiswa dan instansi pendidikan harus dapat menyesuaikan
diri dari dua arah, yaitu adanya feed back dari institusi. Namun, saat
ini kebanyakan siswa/mahasiswa berhadapan
dengan suatu institusi yang statis dan tidak dinamik. Kebanyakan institusi
berpendapat bahwa tugas mereka adalah “hanya” mengajar.
Hal-hal diluar pengajaran, seperti perkembangan jiwa, kenikmatan belajar,
peningkatan potensi, peningkatan motivasi individu bukan lagi menjadi
tugas mereka dan tidak lagi terlalu diperhatikan. Sebagai kompensasinya
siswa/mahasiswa meraba-raba dan berusaha mencari jalan penyambung pada
arus yang tidak tersambung. Kebanyakan para siswa yang duduk di akhir
sekolah menengah (SMU) tidak memiliki rencana maupun
objectif masa depan, tidak pasti dengan jurusan kuliah di universitas
maupun ilmu yang ingin diperdalam. Tanpa adanya rencana dan objectif
tsb, ada kemungkinan siswa memilih jurusan ilmu yang salah, karena pilihan
akan berdasarkan perkiraan satu saja.
Disamping itu terdapat mata rantai yang putus antara SMU
dan universitas dan dari universitas
menuju ke karir atau dunia profesi. Hanya beberapa universitas di Indonesia
yang memiliki networking dengan dunia industri.
Salah satu solusi penganganan :
Pada masa ini, banyak karyawan perusahaan multinasional yang memakai
layanan coach profesional karena mereka jenuh karena tidak ada pengarahan
dari perusahaan sehingga kedudukan mereka tidak mengalami perubahan.
Banyak karyawan terpaksa pindah perusahaan karena merasa bahwa kedudukan
mereka tidak cepat maju Kebanyakan karyawan yang memiliki motivasi tinggi
untuk meniti karir mereka dengan cepat mengambil keputusan untuk memakai
layanan coach. Coach akan membimbing mereka untuk meningkatkan performan
mereka, melancarkan jalan karir mereka dan memandu mereka mengambil
keputusan baik secara pribadi sampai ke strategi.
Bagaimana dengan siswa dan mahasiswa ?
Dari hipotesa karyawan - perusahaan, maka kedudukan siswa/mahasiswa
– institusi sekolah dan pendidikan tinggi juga dapat dikembangkan
Para siswa/mahasiswa ini juga memerlukan coach untuk mengarahkan mereka
meningkatkan performan, potensi dan minat mereka dalam bidang pembelajaran.
Mereka membutuhkan pengarahan secara teliti dan pribadi karena masing
masing individu memiliki pribadi dan latar belakang yang unik. Para
siswa/mahasiswa membutuhkan orientasi yang tepat yang sangat diperlukan
untuk menjalin dan meniti karir masa depan.
Bagaikan dalam dunia olah raga, keuntungan memiliki seorang coach adalah
masing masing siswa dan mahasiswa mendapat pengarahan bertahap untuk
mencapai suatu hasil yang lebih berpotensi dan positif. Coach akan membantu
siswa untuk menggambarkan dengan tepat cita cita mereka, bekerja sama
untuk menentukan strategi yang tepat untuk mencapai cita-cita tersebut.
Selain itu siswa/mahasiswa akan lebih bertanggung jawab untuk mengaplikasikan
strategi ini dalam suatu tindakan yang tepat.
Seorang coach yang baik adalah mereka yang tidak mengijinkan siswa/mahasiswa
untuk melakukan tindakan sembarangan.
Oleh sebab itulah saling percaya antara coach dan siswa harus terjadi
pada tingkat yang tinggi dalam waktu yang singkat. Mereka yang biasanya
memakai layanan coach adalah siswa/mahasiswa yang memiliki motivasi
tinggi, berambisi, namun tidak / belum tau jalan mencapai cita cita
Bahkan ada juga siswa yang mendatangi coach hanya untuk meminta coach
untuk menimbulkan motivasi belajar.
|
|
|